Misi Suster-suster Cinta Kasih dari Maria Bunda yang Berbelaskasih
Misi Suster-suster Cinta Kasih dari Maria Bunda yang Berbelaskasih bersumber dari hati Gereja dan berakar pada belas kasih Kristus kepada mereka yang paling miskin dan terpinggirkan.
Misi Suster-suster Cinta Kasih dari Maria Bunda yang Berbelaskasih bersumber dari hati Gereja dan berakar pada belas kasih Kristus kepada mereka yang paling miskin dan terpinggirkan.
Kongregasi didirikan pada tahun 1832 di Belanda oleh Pastor Joannes Zwijsen, pada masa yang ditandai oleh kemiskinan dan kesenjangan sosial.
Sejak awal, karisma kami telah diwujudkan melalui pelayanan:
Pendidikan
Pelayanan kesehatan
Pendampingan sosial
Kegiatan pastoral dan misionaris
Digerakkan oleh iman dan kepekaan akan penderitaan orang banyak, pendiri menyadari bahwa belas kasih Allah tidaklah abstrak: Ia menjadi tindakan nyata, mengubah keadaan, dan memulihkan martabat manusia.
Dengan demikian, dimulai dari Belanda, dengan keberanian dan iman, para suster kami melintasi batas-batas untuk membawa belas kasih ke seluruh dunia, selalu menanggapi kebutuhan zaman dan tempat:
Belanda (1832) - Belgia (1840) - Inggris (1861) - Amerika Serikat (1874)
Indonesia (1885) - Brasil (1962) - Irlandia (1976) - Filipina (1966-1970 / kembali pada tahun 1995)
Setiap misi baru lahir dari perpaduan antara kebutuhan nyata dan panggilan kami untuk melayani.
Sepanjang perjalanan misioner ini, Kongregasi mengungkapkan cara khusus dalam menghidupi Injil: melihat Kristus dalam diri orang miskin, terluka, terpinggirkan dan tertindas. Misi ini tidak terbatas hanya pada pelayanan, tetapi juga bertujuan untuk memperjuangkan keadilan, kesetaraan, dan perubahan sosial - agar semua orang dapat memiliki kehidupan yang utuh dan bermartabat.
Hingga kini, misi tersebut tetap hidup dan kuat. Suster-suster Cinta kasih berkarya di sekolah-sekolah, klinik, rumah sakit, proyek-proyek sosial dan pastoral, selalu dengan perhatian pada mereka yang menderita dan pada bentuk-bentuk kemiskinan baru. Karisma belas kasih tetap menjadi cahaya yang menuntun, menginpirasi dan mengutus. Karisma ini mendorong setiap suster dan setiap rekan kerja untuk menjadi wujud kepedulian di dunia, bersaksi akan cinta Santo Vinsensius de Paul dan Bunda Maria yang Berbelaskasih, yang menyambut, menguatkan, dan menuntun pada perjumpaan yang membebaskan dengan Yesus Kristus.
Dengan iman, keberanian, dan pengabdian, para suster terus menorehkan sejarah: membantu kehidupan berkembang, menyembuhkan luka, dan menabur harapan di tempat-tempat yang seolah-olah tak ada harapan. Karena misi ini tak pernah berkahir. Karena cinta tidak mengenal batas. Karena belas kasih Allah tidak terbatas.
Kebijakan Perlindungan