Pasaman terletak di Provinsi Sumatera Barat. Daerah ini merupakan kawasan transmigrasi, dan mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit serta beragama Islam. Di tengah komunitas Muslim yang beragam ini, terdapat pula keluarga-keluarga Katolik yang hidup berdampingan dan saling menghormati, namun mereka kekurangan bimbingan rohani terkait ajaran Katolik.
Melihat kebutuhan umat Katolik tersebut, Uskup Padang saat itu, Mgr. R. Bergamin, SX, mengundang para suster SCMM untuk mendampingi umat, terutama di bidang katekese. Tawaran ini disambut baik oleh Dewan Provinsi SCMM Indonesia, yang kemudian mengutus dua suster, Sr. Alberta Telaumbanua dan Sr. Nirmala Arulai. Pada tanggal 7 Desember 1986, Komunitas St. Martha-Pasaman diberkati oleh Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap.
Para suster memulai pelayanan mereka pada sore dan malam hari, menyesuaikan diri dengan jadwal umat yang bekerja di ladang. Pelayanan para suster SCMM meliputi pemberian katekese kepada umat, pelayanan kesehatan, pendalaman iman melalui kunjungan keluarga, persiapan pembaptisan dan komuni pertama, serta mendampingi kelompok-kelompok Legio Maria dan Persatuan Wanita Katolik Indonesia (WKRI). Kehadiran para suster membawa semangat baru bagi umat. Pertemuan paroki kini lebih terarah, dan umat menjadi lebih mandiri serta aktif berpartisipasi dalam kehidupan Gereja.
Mahakarya, RT 000/RW 000
Desa Koto Baru, Kec. Luhak Nan Duo
PASAMAN BARAT-26368
SUMATRA BARAT
Kebijakan Perlindungan