Pendirian komunitas SCMM Bintang Laut Teluk Dalam berawal dari gagasan dan kepedulian Pastor Guido De Vet, OFM Cap. Ia melihat adanya kebutuhan yang besar akan pembinaan iman Katolik, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta bimbingan bagi anak-anak asrama di wilayah Teluk Dalam. Untuk itu, ia mengajukan permohonan kepada Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih di Tilburg (Zusters van Liefde-SCMM) untuk mendirikan biara di wilayah tersebut. Permohonan tersebut disambut baik oleh Dewan Umum SCMM. Pada tahun 1955, dua suster, Sr. Melchiada Van Schaik dan Sr. Magdalenie Van Euyesden, diutus untuk melakukan peninjauan lokasi di Teluk Dalam. Setelah peninjauan, kongregasi memutuskan untuk mendirikan sebuah komunitas di sana. Pembangunan komunitas pertama dimulai pada tahun 1956, dipimpin oleh Br. Blasius Kottenhofen, OFM Cap.
Pada tanggal 15 Agustus 1956, empat suster SCMM tiba dan memulai karya mereka di Teluk Dalam. Mereka tinggal di sebuah gubuk sederhana sambil menunggu selesainya pembangunan biara. Sr. Aquine Boekhorst ditunjuk sebagai pemimpin komunitas, sementara para suster lainnya memulai karya mereka di bidang pendidikan dan asrama sekolah. Pada bulan September 1956, Sekolah Menengah Pertama Bintang Laut dibuka, yang dikelola oleh Sr. Lambertin Vergeest. Sekolah tersebut berkembang pesat dan kemudian dialihkan kepada Yayasan Karya Rukun, milik Keuskupan Sibolga, setelah Konsili Vatikan II.
Pada tahun 1959, Sr. Aquine mendirikan Sekolah Menengah Katolik Bintang Laut dengan 13 siswa, termasuk Sr. Theresia Hondro. Namun, sekolah tersebut terpaksa ditutup setahun kemudian karena kekurangan guru. Selanjutnya, pada tahun 1960, Asrama Putri Bintang Laut didirikan, yang dikelola oleh Sr. Elisabeth Saribathin. Sementara itu, Sr. Veneranda bertugas sebagai perawat di Poliklinik dari tahun 1956 hingga 1969 di Saua, yang berjarak sekitar 9 km dari komunitas Bintang Laut, sebelum kembali ke Belanda. Setelah poliklinik ditutup, layanan kesehatan dilanjutkan di desa Hiliniondrasi.
Pada tahun 1988, gedung biara semi-permanen yang semula direnovasi menjadi sebuah bangunan batu yang kokoh, yang dibangun oleh Br. Martinian Grutzner, OFM Cap. Kemudian, sekitar tahun 1995, Asrama Putri Bintang Laut dipindahkan ke sebuah gedung baru yang dibangun oleh Pastor Barnabas, OFM Cap. dan Pastor Norbert Gultom, OFM Cap.
Kehadiran para suster SCMM di Teluk Dalam telah memberikan dampak positif yang sangat besar bagi masyarakat. Tidak hanya di bidang pendidikan dan pelayanan pastoral, tetapi juga dalam layanan sosial dan kesehatan. Salah satu pencapaian terbesar adalah pendirian Rumah Sakit Stella Maris, yang merupakan bukti nyata dari kasih dan pengabdian SCMM bagi masyarakat Teluk Dalam dan sekitarnya.
Kel. Pasar Teluk Dalam
Nias Selatan-22865
SUMATRA UTARA
Phone: 0630-7001193
Kebijakan Perlindungan