Komunitas St. Vinsensius didirikan pada tanggal 15 Juli 1990 atas inisiatif Pastor Paulinus Manao, OFM Cap, pastor paroki setempat. Beliau menyadari pentingnya kehadiran para suster di paroki untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung umat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pastoral keluarga. Menanggapi kebutuhan ini, Dewan Provinsi SCMM menugaskan para suster dari Komunitas St. Yosef di Gunung Sitoli sejak tahun 1987. Pada saat itu, para suster, yang dipimpin oleh Sr. Gertruda Fau, SCMM, melayani umat di Tuhemberua dengan bergiliran datang setiap akhir pekan.
Kehadiran dan pengabdian para suster membawa pembaruan yang signifikan dalam kehidupan pastoral komunitas tersebut. Menyaksikan dampak yang mereka berikan, Uskup Sibolga, Mgr. Anicetus Sinaga, OFM Cap, menyumbangkan sebidang tanah kepada Kongregasi tanpa batas waktu. Di atas tanah ini dibangun Gedung Bina Madia, asrama putri untuk PKK, dan biara yang didedikasikan kepada St. Vinsensius sebagai pelindung mereka. Pada tanggal 15 Juli 1992, tiga suster, Sr. Yasinta Fau, SCMM, Sr. Sylvia Telaumbanua, SCMM, dan Sr. Victoria Sijabat, SCMM secara resmi ditugaskan untuk memulai komunitas di Tuhemberua.
Selama bertahun-tahun, Komunitas St. Vinsensius telah berkembang dan secara aktif memberdayakan masyarakat setempat dengan semangat empati dan kasih. Para suster mengembangkan berbagai kegiatan pelayanan, termasuk pelatihan keterampilan menjahit, program Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), bimbingan Koperasi Kredit bersama Frater Amator, CMM, serta pelayanan pastoral paroki, katekese, pembinaan iman keluarga, pendidikan kesehatan, dan pengelolaan asrama serta taman kanak-kanak.
Seiring berjalannya waktu, beberapa pelayanan ini menghadapi tantangan yang membuatnya sulit untuk dipertahankan atau dikembangkan. Perubahan kebutuhan masyarakat, keterbatasan tenaga kerja, dan dinamika sosial yang terus berubah mempengaruhi kelangsungan setiap program. Namun, setiap pelayanan yang ditawarkan telah meninggalkan warisan yang berarti dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya.
Saat ini, para suster di Tuhemberua memfokuskan pelayanan mereka pada pengelolaan taman kanak-kanak dan rumah retret, melaksanakan kegiatan pastoral paroki, serta mendampingi kelompok Legio Maria dan Kelompok Kerahiman Ilahi. Melalui pelayanan-pelayanan yang terus berlanjut ini, semangat kasih, pengabdian, dan pelayanan yang diwariskan oleh para pendahulu mereka terus hidup dan berkembang di kalangan umat.
RT 16/RW 10, Dusus IV
Desa Banua Gea
TUHEMBERUA-22852
SUMATRA UTARA
Kebijakan Perlindungan